Sabtu, 30 April 2016

MAKALAH JUMAT AGUNG

transformator_scheme_ru.svg

transformator_scheme_ru.svg

TUGAS
MAKALAH TENTANG PERAYAAN JUMAT AGUNG
DI SUSUN OLEH


Nama : Carolina Elisa Damayanti
Kelas : X.1
No     :11





Tahun Pelajaran 2015/2016
SMA NEGERI JUMAPOLO KARANGANYAR
BAB I

PENDAHULUAN

1.1        LATAR BELAKANG
 Jumat Agung adalah perayaan yang setiap tahun dirayakan oleh umat Nasrani di seluruh dunia adalah untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus. Kematian Nya untuk menebus dosa-dosa manusia setelah kejatuhan manusia pertama dalam dosa
Oleh karenanya, pada makalah ini penulis ingin membahas mengenai “ MAKNA PERAYAAN JUMAT AGUNG BAGI UMAT KHATOLIK “



1.2        RUMUSAN MASALAH
v  Arti Jumat Agung
v  Sejarah Jumat Agung
v  Makna Jumat Agung bagi orang Khatolik
v  Perhitungan Tanggal Jumat Agung
v  Kotbah Jumat Agung

1.3        TUJUAN
Agar kita lebih memahami dan mendalami makna dari Perayaan Jumat Agung
Agar kita lebih menghayati dalam mengenang sengsara dan Wafat Yesus Kristus



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    PENGERTIAN JUMAT AGUNG

            Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.
         Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit.
       Di dalam Alkitab cerita penyaliban Yesus disebut di dalam keempat Injil, dan didahului dengan cerita Perjamuan Kudus, pengkhianatan Yudas Iskariot, Yesus berdoa di taman Getsemani, penangkapan Yesus, penyangkalan Petrus terhadap Yesus sebanyak tiga kali, Yesus diadili oleh Mahkamah Agama, dan Yesus dihadapkan kepada Pontius Pilatus dan kemudian Herodes; kemudian dilanjutkan dengan kisah kebangkitan Yesus, penampakan Yesus kepada murid-muridnya serta orang banyak, serta kenaikan Yesus ke surga.
Di Indonesia, hari ini yang seringkali disebut hari Wafat Isa Al-Masih, merupakan hari libur nasional. Tanggalnya berbeda-beda setiap tahunnya, mengikuti hari Paskah.
Lalu, karena perayaan Jumat Agung, Perjamuan Kudus, dan nantinya, paskah berpusat pada Yesus maka saya juga ingin mengutipkan bagi kawan-kawan sekalian apa kata Wikipedia tentang Yesus.
Yesus dari Nazaret (kurang lebih antara 6 SM–4 SM – 29–33) adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah/pengajar, penyembuh, guru/rabbi, pembuat mujizat, dan tokoh Yahudi yang paling terkenal; di dalam kekristenan Yesus Kristus juga merupakan Anak Allah, Tuhan, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia; di dalam keislaman, Isa Almasih adalah seorang nabi penting (Nabi Isa).
Nama “Yesus” adalah alihaksara dari bahasa Yunani Ιησους [Iēsoûs], yang pada gilirannya juga merupakan alihaksara dari bahasa Aram atau bahasa Ibrani yaitu:Yeshua, yang berarti : Keselamatan, atau “Tuhan adalah keselamatan”, “Tuhan menyelamatkan”. “Kristus” adalah gelar dalam teologi juga berasal dari bahasa Yunani Χριστός [Christos], yang dari bahasa Ibrani “Mesias“, berarti “yang diurapi” atau “yang terpilih”.
Berbeda dengan masa kecilnya yang kurang jelas diketahui (selain cerita kelahirannya), kita memiliki banyak informasi tentang tiga tahun terakhir hidupnya, dan khususnya minggu terakhir, dari keempat Injil di Alkitab serta tulisan-tulisan Paulus dan murid-muridnya yang lain.
Tindakan dan perkataan Yesus yang dicatat dalam Injil merupakan ajaran dasar kekristenan. Yesus mengajar di Galilea dan Yudea, dengan pesan penyangkalan diri dan pengampunan dosa. Hukum terutama yang Yesus ajarkan adalah hukum Kasih, bahwa manusia harus mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
Yesus dihukum mati di Yerusalem oleh gubernur Kerajaan Romawi, Pontius Pilatus, karena ditekan oleh massa yang gelap mata, dan dieksekusi dengan disalibkan. Yesus wafat dan dimakamkan, namun orang Kristen percaya bahwa Yesus bangkit kembali dari alam maut pada hari ketiga. Inilah Paskah bagi orang Kristiani
Ajarannya pada awalnya disebarkan oleh keduabelas rasul Yesus, dan kemudian juga Paulus, seorang ahli Farisi yang mula-mula menganiaya pengikut Yesus, namun akhirnya bertobat dan menjadi pengabar Injil yang masyhur. Mula-mula ajarannya disebarkan di daerah Israel kepada kaum Yahudi, namun akhirnya juga kepada bangsa-bangsa lain bukan Yahudi, dimulai dari panglima Romawi, Kornelius, hingga akhirnya merambah ke seluruh Asia Minor dan Afrika Utara, daratan Eropa Barat, Eropa Timur, Rusia, benua Amerika dan Australia, dan akhirnya ke Asia, sesuai dengan pesan terakhir Yesus untuk memberitakan Injil hingga ke ujung dunia.

2.2    SEJARAH JUMAT AGUNG
Dalam Alkitab
Yesus di hadapan Mahkamah Agama
Setelah sebelumnya mengadakan Perjamuan Malam (Matius 26:17-25, Markus 14:12-25, Lukas 22:7-23, Yohanes 13:21-30), Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya pergi ke Taman Getsemani. Di sana Yesus berdoa.
Setelah Yesus berdoa, maka datanglah Yudas, "dan bersama-sama serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi"
Matius 26:47. Yesus lalu dibawa ke hadapan Mahkamah Agama Yahudi, di depan Imam Besar Kayafas.
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari." Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?"
—Matius 26:59-68

Sementara itu Petrus yang mengikuti hingga di halaman Mahkamah Agama dikenali sebagai pengikut Yesus namun ia menyangkal tiga kali, dan pada saat itu berkokoklah ayam. Petrus yang teringat apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu Petrus pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. Matius 26:75



Yesus di hadapan Pilatus
Karena yang berhak menghukum mati seseorang hanyalah pemerintah Romawi, maka Yesus dibawa ke hadapan Pontius Pilatus.
Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. ... Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas." Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
—Matius 27:11-14, 23-26
Yesus disiksa dan diolok-olok
Setelah Yesus divonis hukuman salib oleh Pontius Pilatus, Yesus disiksa terlebih dahulu seperti yang umum dilakukan pada zaman Romawi.[7]
Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu daripada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
—Matius 27:27-31
Yesus disalibkan
Setelah disesah, maka Yesus dihukum mati di atas kayu salib di Bukit Golgota atau Kalvari
Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
—Matius 27:35-44
Yesus wafat
Yesus pun wafat di atas kayu salib, bukan karena Ia mati lemas atau kehabisan darah, tetapi Ia sendiri yang menyerahkan nyawa-Nya ke tangan Bapa-Nya.
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."


2.3    MAKNA PERAYAAN JUMAT AGUNG
 
Perayaan Jumat Agung adalah perayaan mengenang wafat dan sengsara Yesus Kristus yang rela mati untuk kita

Wafat Yesus adalah konsekuensi dari pewartaan Nya tentang Kerajaan Allah
Pewartaan Yesus dalam sabda dan tindakan Nya sangatlah radikal . Para penguasa,tua tua bangsa yahudi imam imam kepala dan ahli ahli Taurat sangat tersinggung demean segala sepak terjang Yesus .Yesus menyadari bahwa kesaksian yang paling kuat dan paing final tentang ketangguhan Nya untuk mati dalam mewartakan Kerajaan Allah.andaikata Yesus lari dari resiko atas pewartaan Nya,tentu saja pewartaan Nya tentang Kerajaan Allah tidak dipercaya lagi, maka Yesus harus menghadapi resiko pewartaan Nya dengan tegar  hati agarpara murid murid Nya dan pengikut Nya mau mewartakan Kerajaaan Allah
Wafat Yesus adalah tanda solidaritasNya dengan Manusia
Dalam peristiwa salib kitadapat mengenal penyertaaan Allah dalam hidup manusia Allah yang berbelas kasih tidak pernah meninggalkan manusia sekalipun manusia mengalami kesengsaraan dan penderitaan Allah tetap menjadi Allah beserta kita . kesengsaraan dan wafat Yesus tanda kehadiran kerajaan Allah karena member kesaksian tentang Allah yang sebenarnya yakni Allah yang Mahakasih
Allah dalam diri Yesus telah solider demean manusia Ia telah senasib denganmanusia sampai kematian bahkan kematian yang paling hina. Tidak ada wujud solidaritas yang lebih final dan lebih hebat daripada kematian Yesus , Yesus rela mati disalib di antara ngdua penjahat Ia telah menjadi manusia sama dengan kaum tersisih dan terbuang.
 Wafat Yesus Menyelamatkan Manusia
Yesus mati untuk kepentingan kita . hal ini ditegaskan melalui surat pertama Santo Petrus yang menyatakan ‘’ sebab kamu tahu , bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia sia yang kamu warisi dari nenek moyang mu itu bukan dengan barang yang fana,bukan pula perak dan emas melainkan demean dare yang mahal , yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
   Santo Paulus berkata ‘’ Dialah yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena karena kita,supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah ‘’
    Penyerahan diri Yesus kepada Allah telah mempersatukan kita kembali dengan Allah . Rekonsiliasi anatara kita dan Allah telah terjadi berkat kematian Yesus di salib.


2.4   PERHITUNGAN TANGGAL JUMAT AGUNG
       Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Paskah, yang perhitungan tanggalnya berbeda antara Gereja Timur dan Gereja Barat (lihat Computus untuk penjelasan lebih rinci). Paskah jatuh pada hari Minggu pertama sesudah Bulan Purnama Paskah, bulan purnama pada atau sesudah 21 Maret, yang dijadikan tanggal dari vernal equinox. Perhitungan Barat menggunakan Kalender Gregorian, sedangkan perhitungan Timur menggunakan Kalender Julian, di mana tanggal 21 Maret-nya kini bertepatan dengan tanggal 3 April menurut kalender Gregorian. Perhitungan-perhitungan untuk menentukan tanggal bulan purnama tersebut juga berbeda. Lihat Metode Penentuan Tanggal Paskah (Astronomical Society of South Australia
        Karena Paskah di Gereja Barat dapat jatuh pada salah satu tanggal mulai tanggal 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Gregorian, maka Jumat Agung dapat jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Dalam Gereja Timur, Paskah dapat jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (antara 4 April dan 8 Mei menurut kalender Gregorian, untuk periode 1900 dan 2099), jadi Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April dan 5 Mei menurut kalender Gregorian).


2.5  KOTBAH JUMAT AGUNG
TEMA  : “Kematian Yesus Membuktikan Kebenaran-Nya”
Bahan Alkitab:  Lukas 23:44-49
   kebenaran-Nya, melalui peristiwa kematian Yesus Kristus, di kayu salib, Pertama : Kegelapan meliputi bumi meskipun baru Jam 12 siang, sebab terang matahari tidak bersinar (ay.44-45a). Tahapan itu dan bukan sebaliknya, terbukti diawal penciptaan Allah, yaitu dari gelap terbitlah terang, sebab pada mulanya gelap gulita, lalu Allah berfirman ”Jadilah terang” (bnd.Kej.1:2-3). Bahkan menurut penginjil Yohanes ”Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”(Yoh.1:5). Terang itu sendiri dipersonalisasikan dalam Yesus Kristus ”Akulah terang dunia” dan dalam Dia ada hidup. Setiap manusia yang hidup dalam terang kebenaran-Nya, memiliki terang hidup. (bnd.8:12). Menurut pengamsal ”Siapa yang berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian (Amsal 11:19). Dari apa yang sudah diuraikan, maka membuktikan kebenaran-Nya, bahwa Yesus mati karena kejahatan atau dosa dunia dan manusia.
Kedua: Tabir Bait Suci terbelah menjadi dua. Sesungguhnya pada waktu matahari tidak lagi bersinar (gelap-gulita sebagai gambaran dari kuasa dosa), bukan saja tabir atau tirai yang terkoyak, tetapi juga menurut penginjil Matius dalam Matius 27:51 dan 52, pada waktu itu terjadi juga gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah dan kuburan orang mati, terbuka. Fenomena itu menunjukkan bahwa jalan kini terbuka lebar untuk menghampiri Allah. Tabir yang memisahkan tempat kudus dan tempat mahakudus yang sebelumnya menghalangi orang menghampiri hadirat-Nya, maka membuktikan bahwa melalui kematian Kristus, tabir itu disingkirkan dan jalan menuju tempat mahakudus, (yakni kehadiran Allah), kini terbuka bagi semua orang yang percaya kepada Kristus dan Firman-Nya yang menyelamatkan.
Ketiga: Seruan Yesus sebelum kematian-Nya, ”Ya Bapa , ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu”. Seruan ini adalah tahap kesepuluh atau yang terakhir dari penderitaan Kristus. Dan itu menandakan atau membuktikan akhir dari segala penderitaan-Nya serta penyelesaian karya penebusan. Hutang dosa dunia dan manusia telah dilunasi., dan rencana keselamatan ditegakkan.
Keempat: Orang banyak yang menonton dan berakhir dengan memukul-mukul diri mereka. Ini bukti yang sangat meyakinkan tentang kebejatan hati   manusia   yang   senang   menonton atau menyaksikan kekerasan, darah dan kematian. Pada waktu itu memang mereka terbiasa menonton di gelanggang Romawi dan Yunani. Mereka bersorak-sorak dengan riang gembira tanpa sedikitpun merasa belas kasihan, sementara orang bertarung dan saling membunuh, bahkan berakhir dengan penderitaan, darah dan kematian. Jika Kristus disaksikan dalam hal yang berakhir sama, maka kematian Yesus membuktikan sesuatu kebejatan dalam diri manusia untuk mengubah sikap demikian, dengan kasih dan kepedulian, dan tidak lagi hidup dalam kebejatan dosa. Dan kalaupun mereka yang menonton/menyaksikan peristiwa Yesus di kayu salib, kemudian pulang dengan penyesalan, sehingga memukul-mukul diri mereka, maka kematian Yesus membuktikan bahwa Ia tidak bersalah, namun penebusan-Nya haruslah diakui untuk membebaskan dan menyelamatkan dari belenggu dosa, sehingga Allah dimuliakan. Pengakuan demikian dan memunculkan ungkapan memuliakan Allah seperti yang dikatakan oleh kepala pasukan, bahwa: ”Sungguh , orang ini adalah orang benar” (ay.47).
Jemaat yang dikasihi oleh Yesus Kristus.       
            Hari ini, mata dan hati kita tertuju kepada Yesus Tuhan kita, yang mencapai puncak penderitaan-Nya dan mati di kayu salib. Dari bukti-bukti yang sudah ditampilkan, maka sesungguhnya kejahatan dan dosa kitalah yang menyebabkan Yesus menderita dan mati di kayu salib. Kejahatan dosa kita yang sudah membelenggu kehidupan kita dalam kegelapan, namun oleh kasih Allah maka Kristus yang adalah Terang, telah berkenan menerangi jalan-jalan kehidupan kita yang tidak sepi dari berbagai gelapnya pergumulan dan ancaman kehidupan. Sebab melalui kematian Yesus Kristus, kita tidak lagi terpisah dari kasih karunia-Nya, melainkan telah memperoleh jalan masuk untuk senantiasa menghadap hadirat-Nya, dan menyerahkan berbagai persoalan hidup kita. Memang ada banyak persoalan yang melanda kehidupan kita, yang dalam realita tidak jarang diselesaikan secara kekerasan, darah dan kematian. Hal itu disebabkan karena dalam kehidupan modern sekarang ini yang ternyata ada juga dampak negatifnya yang juga mempengaruhi kehidupan beriman kita, yaitu antara lain terbiasanya dan di dalamnya mendapat kesenangan dan hiburan, ketika menonton televisi dan media lainnya, yang menampilkan penderitaan manusia, darah, kekerasan dan kematian, yang semuanya bermuara pada dosa. Padahal Yesus mati untuk menebus dan membebaskan manusia dari perilaku seperti itu. Namun kebebasan melalui penderitaan dan kematian Yesus, hendaknya memotivasi kehidupan beriman kita untuk hidup dalam kasih-Nya, bahkan berbelas kasihan kepada rintihan orang yang menderita dan mereka yang mengalami kekerasan samudera raya kehidupan mereka, untuk kita angkat menuju kehidupan yang layak , penuh kasih mesra. Itulah bukti dari kita umat Kristiani yang tidak saja secara seremonial beribadah memperingati Hari Jumat Agung/ Kematian Yesus Kristus di kayu salib, tetapi juga memaknainya dalam pengabdian, jerih dan juang kita, bagi keselamatan dunia dan manusia, yang sudah lebih dahulu dikasih oleh Yesus Kristus. Amin.
                                                                                                                                               


BAB III
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN
   Jumat agung adalah perayaan final dalam mengenang Kematian Yesus Kristus Di dalam Alkitab cerita penyaliban Yesus disebut di dalam keempat Injil, dan didahului dengan cerita Perjamuan Kudus, pengkhianatan Yudas Iskariot, Yesus berdoa di taman Getsemani, penangkapan Yesus, penyangkalan Petrus terhadap Yesus sebanyak tiga kali, Yesus diadili oleh Mahkamah Agama, dan Yesus dihadapkan kepada Pontius Pilatus dan kemudian Herodes; kemudian dilanjutkan dengan kisah kebangkitan Yesus, penampakan Yesus kepada murid-muridnya serta orang banyak, serta kenaikan Yesus ke surga.

3.2    SARAN
Ø  Semoga kita khususnya umat kristiani lebih memahami makna perayaan Jumat Agung

Ø  Semoga perayaan Jumat Agung dapat membuat kita lebih mencintai Yesus


DAFTAR PUSTAKA
1.      ^ Isaac Newton, 1733, Of the Times of the Birth and Passion of Christ, dalam "Observations upon the Prophecies of Daniel and the Apocalypse of St. John" (London: J. Darby dan T. Browne)
2.      ^ Bradley Schaefer, 1990, Lunar Visibility and the Crucifixion Jurnal Triwulanan dari Royal Astronomical Society 31.
3.      ^ Waktu Penyaliban menurut para Astronom http://www.mirabilis.ca/archives/000736.html
4.      ^ Waktu Wafat Kristus menurut para Astronom http://english.pravda.ru/science/tech/16-05-2003/2819-christ-0
5.      ^ John Pratt Newton's Date For The Crucifixion "Jurnal Triwulanan dari Royal Astronomical Society", Sept. 1991
6.      ^ Tanggal Penyaliban Menurut Newton http://www.johnpratt.com/items/docs/newton.html

/

1 komentar: